Belakangan ini, jamak ditemukan anak-anak usia SD yang mengekspresikan "keromantisan" ala orang dewasa di media sosial. Menggunakan istilah "ayang" atau bahkan "papa-mama," mereka membuat video pendek yang sering kali meniru perilaku yang mereka lihat dari konten kreator dewasa atau sinetron.
Meskipun bagi sebagian orang hal ini dianggap lucu atau menggemaskan, para ahli psikologi memperingatkan bahwa fenomena ini menunjukkan adanya percepatan kedewasaan sebelum waktunya akibat paparan media yang tidak difilter.
Fenomena anak sekolah dasar (SD) yang membuat konten video dengan istilah "ayang" (panggilan sayang) telah menjadi topik hangat di media sosial. Sayangnya, tren ini kerap dikaitkan dengan platform , sebuah situs berbagi video yang sering disalahgunakan untuk menyebarkan konten yang tidak pantas bagi anak-anak.